Archive for April, 2007

angan terpendam

Sunday, April 29th, 2007

jikalau manusia bisa memilih dan dipilih untuk menjadi
pencipta inilah yang akan terwujud dari angan-angan tak berwujud. hari ini
kuingin menjadi Tuhan yang akan mengukir nasib anak manusia…

putihnya mayat akan sangat cocok dengan perannya sebagai eksekutor daripada
menjadi jurnalis yang tampak terlalu cantik untuk berpanas-panas ria mengejar
deadline. segelinitr pembicaraan bersama seorang jin memperlihatkan karir yang
sebenarnya harus ia jalani. pemimpin eksekutor listrik. menyenangkan bukan?
membunuh manusia-manusia penuh dosa karena suka nilep duit orang mini, jangan
langsung ditembak mati. biarkan perannya berlakon bersama listrik dan air.
menyetrum dosa-dosa di tempat tertentu. begitu kata si jin. sebenarnya sang jin
hanya ingin langsung merebut nyawa orang-orang itu, tapi entah kenapa yang
keluar dari mulut si mayat hidup ini selalu listrik dan air. berulang-ulang
kali ia sebutkan. mimpi tak kesampain rupanya. ideal. dengan mimiknya yang
kadang tanpa ekspresi disambut dengan beningnya kulit asli solo, akan
menghantarkan manusia ke alam baka. jangan lupa tambahkan percikan air agar
listrik memancarkan energi yang kian kemilau bersama tawa di giginya yang juga
diberi besi listrik. perempuan pintar…

kapster berkedok tukang jual obat. penampilannya kurang memadai untuk jual
obat. tidak lusuh karena ia cenderung atau bahkan terlalu nyentrik untuk
kalangan yang hobi nipu. tak apalah. suara itu membahana memekakkan telinga
jika di ruangan sempit dan tak kunjung berhenti. biarpun sudah diperingati,
turun pun tidak rupanya nada itu. malah makin meninggi. ia tahu tapi masa
bodoh. tak tahu diri. pantas bersanding dengan pekerjaan menjual obat. gigi
kera, jempol bocah atau apalah itu, yang penting laku. untuk menyeimbangkan
perawakan rapi, biarlah ia menjadi kapster unggulan. berbekal jelly di rambut,
ia sanggup menyanggul kepala botak sekalipun. satu kebiasaan favoritnya yang
juga akan terlasur jika menjadi kapster adalah rajin menggosok kepala orang.
bagus dilakukan sebelum menata rambut agar pening musnah. salonnya pasti laku
di ibukota. pria beruntung…

pengamen jalanan. gadis ini kecil dan judes. bisa nyempil dan umpel-umpelan
dalam angkutan umum. jurusan mana serahkan padanya. kalau tidak diberi duit ia
memaki.
"weee..lacur!" sahutnya.
Meski kecil ia kelihatan. lafas lagu pinggiran dan non top 40 atau non top 100
ia tahu. suruh saja ia berdendang, dengan suara pas-pasan akan ia jalani dengan
sedikit sentuhan koreografi ala agnes monica, goyang dinamis pentasindo atau
gaya malu-malu pembantu akan ia libas habis. kelak seorang pencari bakat
menemukan jati dirinya dan ia pun menikah dengan pria kaya raya. gadis
cerdas…

dokter gizi. sudah lama ia bergembul ria dengan perutnya. bulat lontong. sehat.
pantas menjadi dokter gizi karena sesuai hobi, menghitung kalori, mengkonsumsi
sayur dan buah serta rutin olahraga. ketekunan untuk bertransformasi menjadi
kambing berwujud manusia, layak menghantarkannya berprofesi sebagai dokter
gizi. watak dokter yang detail dan perfeksionis, selalu setia mengabdi pada
jalur yang sudah ia ambil. sayangnya si dokter ramah ini sedikit pemalu. agak
sedikit lama jika ingin mendapatkan kekasih. karena suka ia simpan di dalam
hati. kasihan sekali…

aktivis perempuan. Profesi yang ia ambil setelah mengalami bermacam-macam pelecehan
seksual gratisan. Dari luar tampak lemah dan pemalu, tapi di dalam diri itu ada
kobaran api yang menyala. cobalah berbicara dengannya. kaum lesbi, gay,korban
kekerasan rumah tangga, masalah TKW, akan ia angkat ke permukaan.  dengan
segala hal yang terjadi di dunia, ia memutuskan untuk hidup berhemat agar bisa
merasakan pahitnya hidup kaum yang suka ia berjuangkan. satu hal yang harus ia
waspadai, fisiknya terlihat pucat karena kelelahan dan lagi kurang asupan.
dengan segudang kegiatan yang silih berganti, tak ada salahnya berkonsultasi
dengan dokter gizi. kadang dengan padatnya aktivitas, ia lupa bahwa seorang
aktivis pun perlu pendamping hidup. seorang  pria mapan dan berpendidikan
tinggi sangat cocok bersanding bersamanya. seluruh dunia pun tahu sosok yang
dimaksud. jangan berpaling, kejarlah dan kau kan berada dipelukannya. ia tidak
akan mengesek-esek dirimu…

ibu rumah tangga. gemar berkemas dan mengatur keperluan. tak pernah ada kata
marah dari mulutnya. sabar. sungguh bahagia. anaknya nanti banyak, tapi ia bisa
mengatasi. ia tidak pelit walaupun berdarah padang. sehari-hari ia akan membuat
puluhan kue kering dan makanan hasil racikan tanggannya yang dari dulu memang
liar. jangan suruh ibu  rumah tangga ini memegang pecah belah, serta merta
akan ia pecahkan tanpa disengaja. kalau ada waktu ia akan berjualan kosmetik
luar negeri yang murah meriah kepada anggota arisan kompleks. istri yang
baik…

koki. berbentuk gempal bak empal. tidak rakus tapi makan dengan porsi nambah
terus. daripada makan tiada henti, masukkan saja ke dapur umum. jika sudah
mabok makan banyak, ia akan segera memasak. sendal jepit pun bisa ia wujudkan
menjadi semur lidah yang kenyal dan gurih. dengan kepiawaian melahap segala
macam kuliner, tak salah jika garis hidupnya disunting menjadi koki hebat hotel
bintang 7 di Dubai. kelezatan hidup tiada tara…

pengarah gaya. manis bukan perempuan. botak bukan rontok. kelak senyum itu
sulit dilupakan kaum pria. sahabat karib perempuan dengan segudang masalah. ia
berusaha keras berwajah garang namun apa mau dikata karena sudah terlanjur
diciptakan. Dengan segala kekurangan karena dari sononya berwajah centil, ia
menelusuri panggilan alam menjadi pengarah gaya majalah hedon. berbekal muka
camera face plus berbokong aduhai untuk sekelas pria, wujud pria botak ini
dapat ditemui sebagai pengarah gaya andalan redaksi fashion dan model-model.
ladies, strike a pose please…

Surfer. Banyak yang ingin memiliki kulit sawo matang dengan berjemur dan
mengolesi krim pencoklat kulit, tetapi sedikit yang ingin berkulit sawo
terlampau matang. sawo malang.  Kecil diolok-olok. dibalik kegelapan
parasnya yang terkadang sok sangar, ia hangat bagaikan rembulan di kala malam
sunyi. terlahir dari turunan  "nenek moyangku seorang pelaut",
esok hari ia akan berubah menjadi sesosok surfer cassanova. ia dikaruniai bakat
kasih agar mampu menjaga konco-konco kecil dirumah. Kelembutan meladeni kaum
hawa, tak pelak akan mendatangkan banyak penggemar misterius yang saling
bersikut sinis merebut hatimu. Dibalik hidung belangnya yang sedikit tidak
terbentuk sempurna, ia tak pernah alpa bersimpuh dihadapan sang penebus dosa.
tak ada salahnya mengikuti jejak keluarga, karena tak akan ada yang menyangka
dirinya terlahir gelap gulita, semua kan berpikir kulit itu hasil olahan air
laut dan sengatan mentari pantai. Surfer berbakat…

artis melankolis. ia akan terlahir di tengah keluarga kecil bahagia yang erat
dengan tradisi dan penuh kasih sayang. parasnya tidak kalah dengan artis
pendatang baru kelas Punjabi. karirnya mungkin sekarang hanya mentransfer ilmu
kepada manusia polos yang otaknya belum dimasuki racun dunia. sebaiknya dirubah
saja menjadi pelakon protagonis nan melankolis. berkat raut wajah yang tidur
segan-bangun pun tak mau, tawaran bersinetron akan menghujaninya. Toh baru-baru
ini nasibnya agak sedikit kurang beruntung akibat di PHK tanpa syarat. jika ia
banting setir alih profesi,honornya tak tanggung-tanggung untuk sekali kontrak.
nasib baik jika dikontrak eksklusif. ia bisa beradu akting dengan si sepuh yang
senior atau kawanan abg muda berkulit putih hasil dembulan serbuk putih. ia
tidak akan menjadi si sombong karena artis ini ingat semua nama. dan lagi
ramah. seimbang dengan harapan para penggemar. kombinasi menarik…

sarang mungil

Thursday, April 26th, 2007

Malam
kian larut ketika pisang merah melaju membelah labirin sempit. Tak lama,
singgahlah dua perantau malam di sebuah sarang mungil. Suasana sunyi senyap.
Gelap temaram mengelilingi sekeliling. Sarang mungil sederhana namun hangat
dengan orang-orang di dalam yang mampu memendam kebisingan kota dari
roda-roda raksasa dan cemooh mulut-mulut kasar. Tak perlu banyak bicara, dua
perantau malam segera menghampiri. Ruangan memanjang yang membentang tampak
rapi dan bersih dari kotoran. Dua dudukan empuk tak terduduk oleh siapapun.
Kiranya sang nyonya sudah masuk ke bilik. Ternyata tidak. Pintu berdecit ringan
dan tampaklah tiga generasi di dalam. Senyum lembut mengulas gincu murni
si pemilik. Rona paras terlihat lelah diiringi garis-garis manula nan tegas.
Dia, sosok perempuan ningrat dilapisi kain batik untuk ke alam mimpi. Sapaan
hangat meluncur dari deretan gigi dan gema suara yang lirih karena takut
terkontaminasi dengan keriwehan dunia luar.


terima kasih sudah mau mampir ke gudang kami”

Ah!
Beliau sangat pandai memilih huruf untuk dijalin. Gudang yang lebih mirip surga
kehangatan makhluk-makhluk dengan tutur kata santun dan bersahaja.
Seorang makhluk mungil yang baru beberapa bulan lahir ke muka bumi juga tak
jauh beda dengan generasi sebelumnya. Kelak ia pun akan berwatak anggun bak sang
moyang. Bergaris muka halus, beruntai kalimat berkilau mutiara.

Cacat
selalu ada di setiap lingkup kehidupan. Mungkin dunia yang sudah semakin sadis,
salah satu makhluk dari sarang itu memang berwajah kemayu. Ada satu hal yang
tak boleh terlewat. Ia bengis. Yah, mau
dikata apa, meskipun lahir dari rahim yang sama tapi watak itu terasah dari
keringat dempulan asap kota dan penyakit otak yang doyan mampir muter-muter.
Ucapan suka tidak terkontrol, buyar namun tetap berarti. Menohok memancarkan
kekecewaan dan teriakan impian tersulam sempurna. Makhluk aneh, lama-lama ada
juga kesamaan dengan yang normal. Ia tidak suka diremehkan karena gadis pasar
ini encer dan lentikannya lebih cepat dari sambaran petir di bulan kelabu. Keberatan
jika disinonimkan dengan gadis langsat ketika sosoknya harus menyeka gumpalan
air tubuh yang lewat diatas bekas jahitan tepat di kepala yang dulu sempat disenggol kotak
sabun raksasa. Hah! Apa salahnya dihilangkan sedikit agar tak menjadi kerikil kecil non
permanen, untung ia bukan batu bersemedi pembuat gusar.

Entah
sudah berapa lama perantau malam berada disarang itu, tampak belum boleh
beranjak pamit oleh nyonya ningrat. Si gadis pasar hendak ikut serta bersama
mereka, tolakan mentah pun diterima. Mau bilang apa kalau sejak dahulu kala tidak
ada sepercik kata mengiyakan untuk memondok di tempat orang, toh punya gubuk
sendiri. Dan malam ini dengan perasaan tergesa-gesa hendak ikut bersama
perantau malam meskipun ada makna jelas yang terkandung. Masalah
kevaliditasan yang nyaris membuat manusia bunuh diri karena tak seorang pun membantu.
Hanya kerelaan seorang gadis pasar ini akhirnya ada titik terang yang
membayangi di tengah kesuraman batin.

Misi mulus sama saja dengan memperlebar durasi duduk. Waktu seakan berhenti ketika sultan yang
mengepalai sarang muncul. Sanggar. Berhati lembut. Lantunan wangsit
dari bibir hampir tak terdengar. Daun telinga dipasang sementok mungkin
supaya wangsit panjang lebar yang wajib didengar kalau perhelatan tak mau bubar
jalan, sampai ke otak. Perkara sepele dan sering terngiang tetap harus disimak.
Cerita punya cerita tidak dinyana ada kemiripan pada orang-orang yang dikenal
satu sama lain. Dunia hanya secuil daun mangga. Seperti apa pula besarnya?
Entahlah. Yang pasti sang baron akhirnya mengalah merelakan little missy si
gadis pasar itu dibawa oleh perantau malam. Perantau malam tak habis pikir, ada
saja kebetulan datang menghampiri. Mulus bersanding dengan jalan tol.

Malam
sunyi sendiri. Bunyi jangkrik menemani di tepi kisi-kisi daun yang sejak
tadi berhembus bersama racun kimia. Labirin sempit dilewati kembali, menyeruak
meninggalkan sarang mungil yang makin lama kian ditutupi oleh tumpukan dedaunan
dan tanah beton serta gemerisik angin suntuk pengaduk perut. Sarang mungil sudah
ditinggalkan. Sarang mungil yang membekas di hati dua perantau malam.   

36

Thursday, April 19th, 2007

titiw 
April 18, 2007 

The
One = Magenta feeling on her hair. Di balik cekakak itu tersimpan kekayaan hati
yang hanya orang2 yang ia pilih dapat merasakannya. Loyal jika ia sudah memilih
seseorang. Baju, celana, kalung, tas, selalu bergelut dalam jiwa dan raga.
Gerakannya selalu menyeruak angin di lapangan pada siang hari sehingga putih
itu berganti coklat dan bertransformasi menjadi kemerahan. Sejumlah nominal
harus terkumpul dalam minggu ini juga. Hati2 dengan hidung dan tangannya, kalau
tidak ingin diinspeksi olehnya.
Aksara itu tak terkatakan jika lara
mendatangi.. katakan saja The One.. atau itu semua dapat menjadi lumut licin
yang dapat menggelincirkan orang2 di sekitarmu..
meskipun itu lama, namun pasti.. dibandingkan tidak sama
sekali..

 

gadis bersayap

Sunday, April 8th, 2007

Dia seakan tahu segalanya tanpa
harus diucapkan. Tak hanya sekali. Ketika menangis, tangannya akan menghampiri
mengusap hati. Tatapannya membuat malam menjadi pagi. Ia bukan malaikat. Ia
hanya gadis bersayap, tapi tak mampu terbang. Sifatnya sama seperti gadis polos
lain. Kadang murung membuat hari menjadi berkabung. Kadang ceria, membuat bulan
tersenyum di kala siang. Semua makhluk selalu bersamanya.
Sayapnya mampu menyatukan
magnet sesama kutub, menghangatkan jiwa yang sedang kalut, tempat bersandar
ketika bantal tak ingin membantu tidur. I
a selalu ada.


Malangnya gadis bersayap tak mampu mencintai makhluk. It’s in her blood. Sayapnya
mampu membius segala suka cita menjadi amarah dan murka. Jangan pula harapkan
kehadiran sayap emasnya ketika sedang tak butuh. Karena ia tak kan muncul. Jikalau
menemukan, petaka akan hinggap bersama. Merekat erat seumur hidup
dunia. Ia hanya bisa terpana, kenapa hanya dia yang bisa dicintai tapi ia tak
mampu membalas kembali. Tanpa sengaja ia menyakiti pemilik hati yang tulus
membagi. Dengan sekedip mata, hati terbelah tiga. Koyak. Sering juga berceceran
sampai tak sanggup untuk dipungut dari dasar bumi. Ada yang menangis, menjerit,
ada pula yang bungkam. Banyak yang pergi, tak sedikit yang mencoba kembali.
Semua nihil. Gadis bersayap tetap akan melukai. Walau tanpa hati. 


Semua resah karena ketika ia mulai melepas sayap, orang sekitar
menjadi sangat takjub dan tak melihat sebagai sosok normal. Ia manusia,
bukan siapa-siapa. Ia hanya ingin dianggap biasa. Dengan atau tanpa sayap. Ia
menangis dalam keramaian namun tak seorang pun dapat melihatnya. Mengapa tiada
yang mengerti dirinya? Kelompok perjaka gelisah karena tak mampu mencintai
apalagi memilikinya. Bagaimana mungkin mencintai tanpa harus memiliki, itu hanya sebuah
dusta. Dusta terparah di jagat negeri.


Gadis bersayap. Serupa burung tak sama bagaikan gunung. Ia belum juga
menemukan kekasih sejati, ia tak ingin mencari karena ia tinggal memilih.
Memilih dalam kegelapan. Entah sampai kapan. Meraba kehampaan. Kadang merangkul
kesenangan semu tak berujung. Sayapnya mulai usang, tapi sinarnya akan terus
berkembang. Ia tetap istimewa. Tawanya akan terus bergema memanggil kesejukan
dunia.


Memang gadis bersayap serba salah. Jika memberi jangan terlalu banyak
berharap untuk berbagi. Diamlah sampai waktu muncul di ufuk tenggara
dimana tidak ada matahari dan bulan hinggap disana. Saat yang tak terduga. Saat diri tak lagi merenungkan sayap serta sibuk dengan dunia. Siapa tahu ia datang
menyapa. Sepenggal sapaan hangat akan membuat jiwa menangis kegirangan. Tak ayal pasti akan memeluk, mulut akan tersungging
ke kiri dan kanan. Barisan dongeng tanpa henti bergulir.
Sekelilingan buram. Buta. Tanpa sadar hanya akan menyaksikan dirinya
seorang. Entah dianggap aneh atau sakit
jiwa, hal itu tak menjadi persoalan. Itu hanya omongan orang. Orang yang tak
mampu menangkap sibakan sayap emas meski jarak tak lagi memisahkan.


Gadis bersayap, tak mampu melumpuhkan sayap. Biarkan tetap ada
karena itu yang membuat istimewa. Jangan coba melupakan, karena ia tak
akan pernah sirna, ia selalu ada jauh di dalam sanubari manusia-manusia bumi.

Seseorang Ingin Menari 3

Thursday, April 5th, 2007


Dear, Ade Putri Nurgrahani


Wed Apr 4, 2007 3:39 pm

entah di bulan apa?
matahari terang benderang
dan daun tumbuh kecil-kecil
menjadi rimbun, adalah saat
seseorang membuat sajak - bercerita
tentang perjalanan jauh seorang laki-laki
pemalu hingga perlahan kisahnya sekusam
mimpi seorang pesakitan (di kutub-kutub
nihilistik yang sepi)- daun-daun yang
tumbuh dari sajak kini menjadi tempat
berteduh untuk ku.

O, seorang Gadis, entah berdarah
biru atau? yang memiliki rambut
bagus -yang tlah membuat sajak dengan
huruf-huruf yang seperti menari,
oh, hei!.., menari?.

:sementara itu, datang pinokio,
pinokio yang baik, yang suka berbahasa belanda
dan berambut kemerahan -membawa majalah
gadis remaja.

aku mengingat gadis itu dan
mengingat pinokio, lalu:
"apa mungkin pinokio bisa menari?"

tapi aku gugup, bingung,
gemetar, ada yang berkata pada ku

"pinokio minggu depan udah
ga ada, udah musnah, ha ha ha".

ah, aku menyukai pinokio
seperti melihat wajah ibu
di wajahnya, kini yang ada
si gadis pembuat sajak,
yang tlah mengganti sinar purnama harap
yang mati dengan kalimat yang secerah mata bunda
huruf-hurufnya yang bijak dan seperti menari itu
kini menjadi sayap organik di punggung ku,
setidaknya aku menumbuk luka menjadi puisi
dan tulisan-tulisan.

"gadis pembuat sajak,
tolong aku ya, bila bertemu pinokio,
tolong sampaikan pesan ku ini:
di hutan hijau, pinokio, kau akan
bermain dengan smurf, lalu pak janggut,
serta cinderella dan pangeran; yang mungkin
akan mengajarkan mu menari, hutan hijau
tak jauh dari rumah ku, aku pernah mengunjunginya,
ada tintin dan snowy juga, serta kapten hedock yang
marah-marah, tapi tak usah takut ya, ia baik kok".

-gadis pembuat sajak
selalu rajin merapikan huruf-huruf,
menata kalimat dan menyusun paragraf-paragraf,
kadang ia bercerita lewat prosa, tentang seorang
putri temannya dan hal-hal istimewa lainnya.

"terima kasih, ya, gadis pembuat sajak"
oh!, ternyata ia juga seorang putri, aku pernah
melihat kaca berhiasnya yang apik dan peralatan rias
wajah lainnya, bagus-bagus, tentu sulit mendapatkannya
di tempat biasa, hmm..gincunya menarik.

gadis pembuat sajak
apakah ia bisa menari seperti huruf-huruf di tiap
sajaknya? hmm..semoga bila bertemu pinokio
ia akan mengajarkannya menari, Amin.

*okky_merindu*